<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Guru Seni Rupa Indonesia</title>
	<atom:link href="http://gurusenirupa.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gurusenirupa.wordpress.com</link>
	<description>Segala Tentang Guru Seni dan Aktifitas Kesenirupaan...</description>
	<lastBuildDate>Fri, 12 Jun 2009 16:37:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='gurusenirupa.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Guru Seni Rupa Indonesia</title>
		<link>http://gurusenirupa.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://gurusenirupa.wordpress.com/osd.xml" title="Guru Seni Rupa Indonesia" />
	<atom:link rel='hub' href='http://gurusenirupa.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>LUKISAN KARYA SENI TERMAHAL DI DUNIA</title>
		<link>http://gurusenirupa.wordpress.com/2009/06/12/lukisan-karya-seni-termahal-di-dunia/</link>
		<comments>http://gurusenirupa.wordpress.com/2009/06/12/lukisan-karya-seni-termahal-di-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Jun 2009 16:37:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gurusenirupa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Seni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gurusenirupa.wordpress.com/2009/06/12/lukisan-karya-seni-termahal-di-dunia/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Maulana Syamsuri Sungguh luar biasa!. Sebuah lukisan karya Andrien Jean Le Mayeur de Merpres berjudul Women around the Lotus Pond terjual dengan harga Rp 3,2 milyar pada sebuah lelang di Galeri Borobudur Jakarta. Para pengamat seni rupa menyebutnya sebagai hammer prices. Padahal sesaat sebelum acara lelang dimulai, ketika lukisan itu dibawa ke ruang lelang&#160;&#8230; <a href="http://gurusenirupa.wordpress.com/2009/06/12/lukisan-karya-seni-termahal-di-dunia/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gurusenirupa.wordpress.com&amp;blog=4403236&amp;post=100&amp;subd=gurusenirupa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Maulana Syamsuri</p>
<p>Sungguh luar biasa!. Sebuah lukisan  karya Andrien Jean Le Mayeur de Merpres berjudul Women around the Lotus Pond terjual dengan harga  Rp 3,2 milyar  pada sebuah lelang di Galeri Borobudur  Jakarta. Para pengamat seni rupa menyebutnya sebagai  hammer prices.</p>
<p>Padahal sesaat sebelum acara lelang dimulai, ketika  lukisan itu dibawa ke ruang lelang beredar  provokasi, bahwa lukisan karya Le Mayeur itu palsu.  Dewan  rumah lelang itu tidak ingin pelelangan itu kehilangan pamor lalu buru-buru mengeluarkan pernyataan, bahwa  tidak ada satupun lukisan-lukisan yang dilelang di Borobudur palsu. Tergiur  bahwa  harga lukisan di berbagai galeri dan biro lelang yang setinggi langit, maka sejak bertahun-tahun yang silam, di Jakarta bermunculan biro lelang dan galeri lukisan. </p>
<p>Di tahun 1950, lahir sebuah studio seni lukis yang digagas oleh Tjio Tek Djien, pecinta dan sekali gus pialang lukisan. Gagasan itu  timbul atas saran Presiden pertama RI Ir.Soekarno yang sangat terkenal  amat mencintai  lukisan baik lukisan karya pelukis-pelukis terkemuka mancanegara maupun karya pelukis Indonesia sendiri. Banyak pelukis Indonesia yang bekerja pada sanggar milik lelaki bermata sipit yang bernama Tjio Tek Djien  itu dan tidak jarang di antara pelukis-pelukis itu dipengaruhi untuk memalsukan  lukisan karya pelukis terkemuka di dunia. </p>
<p>Sejak saat itu muncul reproduksi lukisan karya pelukis terkenal  jaman Hindia Belanda maupun Indonesia, seperti  Le Mayuer, Auke Sonnega, Kees van Dongen, Romualdo Locatelli hingga GP Adolfs. Di kabarkan bahwa reproduksi lukisan ternama itu  sebagian besar di distribusikan di Sanur Bali.</p>
<p>Pemalsuan lukisan semakin marak.<br />
Di era tahun 2000 hingga saat ini  pemalsuan lukisan semakin marak ketika di republik ini memasuki  “era biro lelang”, apa lagi  sejak tahun 2002, biro lelang seni rupa mendapatkan angin segar berupa peluang sangat luas  yang  amat  luar biasa. Dan harga lukisanpun menjulang tinggi. Di tahun  1990-an Indonesia hanya mempunyai biro lelang  Larasati dan Balindo sebagai mitra  biro lelang Christie’s dan Sotheby’s yang melakukan lelang di Singapura dan Hongkong. Hingga kini bermunculan  bermunculan biro lelang lukisan  dan galeri ,seperti  Geleri Darga di Sanur Bali,  Borobudur, Galeri Nasional. Cempaka, Masterpiece dan Sidharta Artfordable, Treasure dan lain-lain. Lewat berbagai pameran dan pelelangan selalu terjual lukisan  hingga mencapai  tidak kurang dari  Rp.80. milyar rupiah hanya untuk 15 kali pelelangan.</p>
<p>Terkonsentrasi di Jawa dan Bali.<br />
Daerah-daerah lain tidak harus merasa iri, kalau hingga saat ini  arena wacana dan kekaryaan seni rupa modern, terutama lukisan, masih terkonsentrasi di Pulau Jawa dan Bali. Seiring dengan  sifatnya yang khas dan cukup laten, bahwa seni rupa modern umumnya berlangsung di walayah urban, maka konsentrasi keberadaan  perkembangan lukisan  tumbuh  di kota-kota besar , terutama di Jawa seperti Jakarta, Bandung , Yogyakarta dan Surabaya  serta Bali. Jakarta  sebagai kota metropolitan menjadi pusat informasi, sirkulasi dan peluang pasar seni rupa secara ekonomi. Tidak mengherankan, sebagian besar pelukis dan perupa Indonesia  dari dekade ke dekade melakukan urbanisasi ke Jakarta maupun kota-kota lainnya di Jawa dan Bali.</p>
<p>Seperti diketahui, bahwa di republik ini kebangkitan seni rupa modern  kita dengan diawali oleh era  Raden Saleh dan pelukis Hindia Belanda pada abad ke 19. Disusul oleh era Bataviasch  Kunstkring pada perempat abad 20,  kemudian tercatat era Persagi atau Persatuan Ahli-ahli gambar Indonesia di tahun 1938 hingga 1942.</p>
<p>Disusul era jaman Jepang 1942-1945, kemudian era Indonesia Merdeka dan kesanggaran di tahun 1945-1955, diteruskan era “Politik sebagai Panglima Seni “di tahun  1955-1965. Era kebebasan kreatif tercatat di tahun 1960-1980-an. Terakhir dikenal era “ekonomi sebagai panglima” dan era “Wacana  sebagai profil seni rupa Indonesia”  yang diawali tahun 1980-an hingga kini.</p>
<p>Lukisan Le Mayeur terjual Rp10 milyar.<br />
Sangat mengejutkan pada sebuah pameran dan lelang lukisan di Hongkong, sebuah lukisan karya Le Mayeur  terjual dengan  harga Rp.10 milyar.  Dan siapa gerangan kolektor yang berani membeli sebuah lukisan dengan harga semahal itu?.  Dia adalah orang Indonesia!  Semntara itu pada pelelangan l,ain, lukisan karya Jean Michel Basquiat , seorang pelukis kenamaan dari  Puerto Rico Haiti  yang di Amerika dikenal sebagai “The  Angry Young Black Man” terjual dengan harga  lima puluh dolar Amerika dan  pada kesempatan  berikutnya harga itu melonjak hingga ke langit seharga 3 juta dolar.   </p>
<p>Wajarlah bila  untuk mengangkut 14 lukisan karya  Basquiat dari Meksiko ke Bali pialang lukisan yang membawanya harus ekstra hati-hati.   Tiga lukisan pelukis kenamaan ini masing-masing  “Heaven” (1985),  “Becouse It Hurts The Lungs”  (1986) dan “Untitled”  (1988) terjual di Bali hingga mencapai l0 milyaran rupiah. Diboyongnya lukisan karya pelukis kondang itu dalam rangka pameran dan lelang di Bali.  Dan ternyata lukisan karya pelukis kelas dunia itu laku dengan harga berkisar 5 hingga l0 milyar rupiah.</p>
<p>Basquiat sebenarnya lahir di Puerto Rico Haiti dan dijuluki The  Angry young black man, namun ia selalu bergadang di Brooklyn New York dan mencorat-coret dinding dengan kata-kata  satire berinisial  SAMO (Same Old Shit). Bassquiat bukan sembarang orang hitam,  sebab darah Perancis mengalir dalam tubuhnya. Gayanya memang khas, seperti kaum aristokrat pinggiran. Foto-foto dirinya yang  dalam posenya selalu urakan dan rambutnya dikucir selalu dipajang pada setiap pameran lukisannya.. Sayang sekali pelukis kondang ini mati muda, dalam usia 28 tahun (1960-1988).</p>
<p>JaisDargawijaya adalah pialang lukisan yang sangat berani memikul risiko tinggi memboyoang lukisan asli karya Basquiat. Ia adalah pemilik galeri di Bali dan Paris. Tokoh inipun sering ulang-alik Jakarta Paris atau London untuk urusan corat-coret di kanvas. Dia juga  selalu auction di New York, London, Paris dan pernah memamerkan karya pelukis  kelas dunia seperti Picasso dan Mattiese.</p>
<p>Kerja sama Perpusnas dan Rijksmuseum Amsterdam<br />
Menyadari akan harga lukisan karya pelukis terkenal di dunia, Perpustakaan Nasioanal R.I di Jakarta telah menjalin kerja sama dengan  Rijksmuseum Amsterdam dalam rangka  melestarikan  warisan budaya bangsa. Kerja sama ini ditandatangni pada tahun 1995. Sebagai museum terbesar di Belanda  Rijksmuseum memiliki 40 lukisan karya  Johannes Rach yang hidup di tahun 1720-1783.</p>
<p>Pada saat ini pecinta lukisan dapat melihat repoduki lukisan karya pelukis Rach.di Perpustakaan Nasional R.I. Saat ini di Perpustakaan Nasional RI tersimpan dengan baik reproduksi lukisan sebanyak  202 buah. Pihak Erasmus Huis di Jakarta sangat mendukung  kesepakatan ini untuk   pelestarian  warisan budaya bangsa. </p>
<p>Pameran lukisan karya  Racht sudah dipamerkan diberbagai negara  seperti Jepang, Singapura, Afrika Selatan dan Inggris. Johannes Rach adalah pelukis terkenal berkebangsaan Belanda di masa kolonial.<br />
Selain  Rijksmuseum Amsterdam, pihak British Library  juga telah menyumbangkan reproduksi  koleksi lukisan lain maupun karya-karya seni rupa  berupa arkeologi Indonesia, seperti candi, patung, keris dan sebagainya.</p>
<p>Disamping itu Perpustakaan Nasional RI  juga memiliki peta yang dibuat di tahun 1669 hingga sekarang.  Jenis koleksi peta yang tersedia meliputi topografi, geologi, kemampuanm tanah, pertambangan, pertanian dan sejarah. Media yang digunakan adalah  berupa kain, kertas dan plasik.</p>
<p>Karya Sastra belum semahal lukisan<br />
Kalau harga lukisan mencapai milyaran  rupiah  perbuah, bagaimana dengan karya seni lainnya. Memang tidak sehebat itu. Yang pasti karya sastra jauh di bawah harga sebuah lukisan Basquiat atau Le Mayeur. Novel-novel  hasil karya pengarang peraih nobel sekalipun belum dihargai masyarakat setinggi itu. </p>
<p>Ernest Hamingway (1899-1961) adalah pengarang yang sangat terkenal dan pernah mendapatkan hadiah  Pullitzer di tahun 1953 dan peraih anugerah novel untuk kesusastraan di tahun berikutnya, belum tentu bukunya berharga setinggi itu.  Demikian juga dengan Toni Marrison, pengarang perempuan dari negeri Paman Sam ,peraih hadiah  nobel kesustraan di tahun 1993.</p>
<p>Masih banyak lagi pengarang kelas dunia yang pernah mendapatkan hadiah Nobel ,seperti  sastrawan berdarah China Gao Xingjian yang diusir dari negaranya lalu hijrah ke Paris yang akhirnya meraih anugerah Nobel  di tahun 2000 dan sebelumnya sastrawan Rusia  Alexsander  Solzhenitsyn yang meraih nobel di tahun 1970, buku-buku mereka belum tentu  berharga semahal itu.</p>
<p>Apalagi novel dan sastra di daerah Sumatera Utara saat ini, sungguh sangat lesu, dan hampir kehabisan nafas, sehingga keadaannya seperti gurem yang merayap dalam kain sutera berwarna merah, geliatnya tidak terlihat oleh kasat mata.</p>
<p>Penulis adalah novelis dan pemerhati karya-karya seni</p>
<p>sumber : http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=14830&amp;Itemid=55</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gurusenirupa.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gurusenirupa.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gurusenirupa.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gurusenirupa.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gurusenirupa.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gurusenirupa.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gurusenirupa.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gurusenirupa.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gurusenirupa.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gurusenirupa.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gurusenirupa.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gurusenirupa.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gurusenirupa.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gurusenirupa.wordpress.com/100/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gurusenirupa.wordpress.com&amp;blog=4403236&amp;post=100&amp;subd=gurusenirupa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gurusenirupa.wordpress.com/2009/06/12/lukisan-karya-seni-termahal-di-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b50dd0afa56d00d35c32b889446cf255?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gurusenirupa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jakarta Biennale 2009:Perhelatan Senirupa Internasional, Sangat Fenomenal di Masa Kekinian</title>
		<link>http://gurusenirupa.wordpress.com/2009/05/24/jakarta-biennale-2009perhelatan-senirupa-internasional-sangat-fenomenal-di-masa-kekinian/</link>
		<comments>http://gurusenirupa.wordpress.com/2009/05/24/jakarta-biennale-2009perhelatan-senirupa-internasional-sangat-fenomenal-di-masa-kekinian/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 May 2009 10:10:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gurusenirupa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Seni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gurusenirupa.wordpress.com/2009/05/24/jakarta-biennale-2009perhelatan-senirupa-internasional-sangat-fenomenal-di-masa-kekinian/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Hotma L Tobing Kegiatan pameran Jakarta Biennale 2009, arena mengangkat tema kota. Pada kesempatan ini, para perupa membuat baliho, mural atau marka-marka di berbagai sudut Jakarta dan bukan berbentuk iklan atau pesan pemerintah yang marak kita lihat di masa masa sekarang ini. Zona Biennale 2009 kali ini, dimulai dengan beberapa kegiatan seni yang&#160;&#8230; <a href="http://gurusenirupa.wordpress.com/2009/05/24/jakarta-biennale-2009perhelatan-senirupa-internasional-sangat-fenomenal-di-masa-kekinian/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gurusenirupa.wordpress.com&amp;blog=4403236&amp;post=99&amp;subd=gurusenirupa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Hotma L Tobing</p>
<p>Kegiatan pameran Jakarta Biennale 2009, arena mengangkat tema kota. Pada kesempatan ini, para perupa membuat baliho, mural atau marka-marka di berbagai sudut Jakarta dan bukan berbentuk iklan atau pesan pemerintah yang marak kita lihat di masa masa sekarang ini.</p>
<p>Zona Biennale 2009 kali ini, dimulai dengan beberapa kegiatan seni yang menghampiri mayarakat melalui Zona Pemahaman dan Pertarungan. Karya para seniman, hasil kolaborasi antara prakatisi antardisiplin seni (arsitek, designer grafis, fotografer dan lain-lain) setrta mahasiswa, dihadirkan di ruang publikasi seperti pusat perbelanjaan, sampai pada tembok papan reklame dan taman. Sebuah terobosan baru yang tidak dilihat di Biennale sebelumnya.</p>
<p>“Jakarta Biennale 2009 arena menghadirkan pameran, bertempat di Galeri Nasional dan Grand Indonesia melalui Zona cair dengan materi karya seniman kontemporer dari berbagai negara. Sebuah pameran berskala inernational, membantu kita mengenal kebudayaan bangsa lain. Lebih khusus lagi melihat bagaimana perkembangan senirupa dunia bisa diperbandingkan dengan seniman karya-karya dari tanah air,&#8217; demikian disampaikan M. Firman Ichsan, Direktur Eksekutif Jakarta Biennale &#8217;09.</p>
<p>”Tema arena menyadarkan masyarakat kita tentang masyarakat kota Jakarta. Siapa pun mereka, mahluk individu dan sosial yang berada dalam berbagai arena, tidak semata terfokus pada aspek ekonomi dan fisik, melainkan memerlukan ruang-ruang publik dan budaya untuk menunjukkan jati dirinya. Kesenian dengan berbagai gagasan yang reflektif, kritis dan kreatif, diharapkan mampu membuka ruang-ruang baru yang lebih inspiratif dan partisipatif dan toleran dalam kehidupan,” demikian Tubagus ”Andre” Sukmana kepala Galeri Nasional Indonesia, dalam kata sambutannya.</p>
<p>Perupa dari belahan dunia</p>
<p>Sangat menyenangkan melihat kesibukan belum lama ini di Galeri Nasional Indonesia (GNI) dan Plaza Grand Indonesia. Dua tempat diselenggarakannya pameran Zona Cair Jakarta Biennale 2009, mengundang baik seniman lokal maupun internasional. Sebanyak 39 orang seniman berpameran dan dipecah dalam dua tempat. Para seniman Indonesia antara lain: Eko Nugroho, Handiwirman Saputra, Iswanto Hartono, Jompet, Paul Kadarisman, R. E. Hartanto, Reza Afisina, The Secret Agents, Sekar Jatiningrum, Tintin Wulia, Wimo Ambala Bayang, Wiyoga Muhardanto, Rudi Mantofani dan Video Babes. Seniman internasional yang dipilih sebagian berasal dari kawasan regional Asia Tenggara, seperti:  Vincent Leong, Nadiah Bhamadaj, Khairuddin Hori, Roslisham Ismail, Ming Wong, Porntaweesak Rimsakul, Poklong Anading, Hoang Duong Cam, Montri Toemsombat, Sherman Ong, Tawatchai Puntusawasdi, Thaweesak Srithongdee dan Yason Banal serta sebagian dari Jepang, Inggris, Belanda, dan sebagainya. Para seniman internasional dari luar Asia Tenggara, mereka yang pernah melakukan residensi atau berkarya di kawasan Asia Tenggara, seperti Phil Collins, Lyra Garcellano, Craig Walsh, Takuro Kotaka dan lain-lain.</p>
<p>Iswanto Hartono, karyanya terpampang di teras Galeri Nasional Indonesia. Dia salah satu dari segelintir seniman kontemporer Indonesia, berlatar pendidikan formal arsitektur. Merespons tema Biennale, kali ini Iswanto Hartono mencoba memasuki persoalan Asia Tenggara dari elemen-elemen dan bangunan salah satu lokasi pameran yakni GNI.</p>
<p>Di dinding galeri itu ditempeli dengan foto kopi sebesar Gajah, sketsa lama bergambar kapal VOC di tanah air. Instalasi Zacht (Mellow, 2009), dibuatnya di ruangan lobi, terbangun atas beberapa komponen lampu gantung (candle layer), perputaran arus air, pererakan kapal-kapal mainan, sruktur talang memusatkan ke muara. Cetakan illustrasi kolonial diperbesar. Semua itu dimaksudkan sebagai aspek-aspek simbolik, secara menyeluruh membentuk suatu representasi kondisi ”kanal” di Asia Tenggara sejak masa kolonial, hingga sekarang.</p>
<p>Dua karya Thaweesak Srithongdee dalam Biennale ini merupakan bagian dari proyek tunggalnya Strawberry (2008), berbicara mengenai luka dan perang dalam sejarah peradaban manusia. Strawberry, metapor tentang masa muda manusia yang penuh kesegaran dan kebebasan, sekaligus berpotensi membusuk dengan mudah. Dia mencontohkan bagaimana sistem ekonomi kapitalistik global menargetkan para remaja di dunia sebagai konsumen pasar terbesar, bisa dianalogikan sebagai sebuah ”penderitaan perang” yang mereka harus hadapan di masa damai. Dalam beberapa lukisannya, figur-figur manusia berpandangan kosong dan polos, ternyata membawa bebatan luka di beberapa badannya.</p>
<p>Dalam narasi Thaweesak, remaja kini menghadapi situasi perang berbeda dengan generasi sebelumnya. Dalam video berdurasi 20 menit, tampil dalam Biennale, gambaran remaja polos dan bercampur baur dengan ikon-ikon perang dalam sejarah- Saddam Husein, Osama bin Laden, Adolpf Hitler-dan ikon pop abad ke 21 seperti Kurt Cobain, Paris Hilton, dan Britney Spears.</p>
<p>Coba perhatikan pula gambar Serrum, berjudul DI ATAS LEGA, BERTARUH NYAWA. Suatu pemandangan yang hampir selalu terlihat di atas kereta api jurusan stasiun Pasar Minggu, Kebayoran dan stasiun Tanah Abang.</p>
<p> Kereta ekonomi di Jakarta, tak hanya terkenal penuh sesak dalam kereta, juga di atapnya. Sekalipun berbahaya, banyak orang naik ke atap karena isi kereta yang penuh. Sudah banyak korban. Baik yang terjatuh, terbentur tembok jembatan, tersengat listrik aliran atas, bahkan jebol di atap kereta api.</p>
<p>Pihak kereta api, tak juga bisa menyediakan fasilitas kereta api yang lebih baik. Dari perbaikan kualitas kereta sampai penambahan kereta, hanya bisa melakukan segala cara untuk mengusir penumpang dari atap kereta. Dari menyemprot penumpang bandel dengan air pewarna, menangkap dan menggunduli pelaku, menyiram atap dengan oli, memasang paku, pengahalau, bahkan kawat berduri. Tak satupun berhasil. Serrum, salah satu dari pengguna kereta yang tak hanya resah dengan fenomena itu, namun juga khawatir suatu saat atap di atas kepala mereka bisa saja roboh seperti kecelakaan di kereta api jurusan Rangkasbitung-Jakarta pada 2006. Mereka tak beprikir, apapun yang mereka lakukan, bisa mengatasi masalah menahun dengan banyak faktor penyebab. Mereka membuat karya dari fenomena itu. Sebuah komedi/satir komik, dibagikan kepada penumpang kereta api di sejumlah stasiun yaitu: stasiun Pasar Minggu, Kebayoran, dan Cawang pada jam-jam ramai. Mereka juga memproduksi kaos dan mengadakan pameran komik di stasiun Jakarta Kota. Serrum, organisasi seniman, bekerja dalam lingkup pendidikan, didirikan mahasiwa Universitas Jakarta tahun 2006.</p>
<p>Sesungguhnya masih banyak gambar lain yang memukau dan mampu membuat kita merenung. Betapa pameran ini menggambarkan rona-rona kehidupan keseharian dari insan di delapan penjuru, juga seperti kita alami. Sebagaimana dijadualkan di akhir Perhelatan Senirupa Internasional, kita masih saksikan pagelaran Koreografi Kota di Zebra Cross Sarinah: Beberapa penari menggunakan pakaian sama: kemeja putih dililit pita hitam, celana legging motif belang dan penutup kepala warna hitam putih. Saat lampu hijau menyala, mobil melaju menerjang jalan. Mereka terdiam dan sabar menunggu. Di saat lampu merah menyala, mereka segera beraksi: melenggang, berjingkrak dan meliuk-liuk. Luar biasa bukan?</p>
<p>Kegiatan sangat menarik perhatian pengguna jalan, dilakukan di atas garis zebra cross di perempatan Sarinah, Jalan M. H. Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat sore lalu. Mereka menari sambil membawa tanda verbodden atau stop di tangan masing-masing. Z. C. (zebra cross) -begitu judul tari garapan seniman Solo, Boby Ari Setyawan ini, berhasil mencuri perhatian pengendara mobil dan pejalan kaki. Demikianlah Gelar Koreografi Kota, mementaskan tari di tempat-tempat umum. Acara ini melibatkan empat koreografer dan sejumlah penari pada pentas di tempat berbeda.</p>
<p>”Saya ingin mencari hal baru. Gerak diolah untuk ekspresi seniman dan mewakili kegelisahan terhadap sekeliling,” kata Boby tanpa peduli dengan keringat bercucuran namun tetap semangat.</p>
<p>sumber : http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=10434:jakarta-biennale-2009perhelatan-senirupa-internasional-sangat-fenomenal-di-masa-kekinian&amp;catid=248:28-maret-2009&amp;Itemid=209</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gurusenirupa.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gurusenirupa.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gurusenirupa.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gurusenirupa.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gurusenirupa.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gurusenirupa.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gurusenirupa.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gurusenirupa.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gurusenirupa.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gurusenirupa.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gurusenirupa.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gurusenirupa.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gurusenirupa.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gurusenirupa.wordpress.com/99/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gurusenirupa.wordpress.com&amp;blog=4403236&amp;post=99&amp;subd=gurusenirupa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gurusenirupa.wordpress.com/2009/05/24/jakarta-biennale-2009perhelatan-senirupa-internasional-sangat-fenomenal-di-masa-kekinian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b50dd0afa56d00d35c32b889446cf255?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gurusenirupa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Vincent Willem van Gogh</title>
		<link>http://gurusenirupa.wordpress.com/2008/11/25/vincent-willem-van-gogh/</link>
		<comments>http://gurusenirupa.wordpress.com/2008/11/25/vincent-willem-van-gogh/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Nov 2008 05:25:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gurusenirupa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Seni]]></category>
		<category><![CDATA[Vincent Willem van Gogh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gurusenirupa.wordpress.com/?p=94</guid>
		<description><![CDATA[Vincent Willem van Gogh adalah pelukis pasca-impresionis Belanda. Lukisan-lukisan dan gambar-gambarnya termasuk karya seni yang terbaik, paling terkenal, dan paling mahal di dunia. Van Gogh dianggap sebagai salah satu pelukis terbesar dalam sejarah seni Eropa. Pada masa mudanya Van Gogh bekerja pada sebuah perusahaan penjual karya seni, dan setelah beberapa waktu bekerja sebagai guru, ia&#160;&#8230; <a href="http://gurusenirupa.wordpress.com/2008/11/25/vincent-willem-van-gogh/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gurusenirupa.wordpress.com&amp;blog=4403236&amp;post=94&amp;subd=gurusenirupa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Vincent Willem van Gogh </strong>adalah <a title="Pelukis" href="http://gurusenirupa.wordpress.com/wiki/Pelukis"><span style="color:#002bb8;">pelukis</span></a> <a class="new" title="Pasca-impresionisme (belum dibuat)" href="http://gurusenirupa.wordpress.com/w/index.php?title=Pasca-impresionisme&amp;action=edit&amp;redlink=1"><span style="color:#ba0000;">pasca-impresionis</span></a> <a title="Belanda" href="http://gurusenirupa.wordpress.com/wiki/Belanda"><span style="color:#002bb8;">Belanda</span></a>. Lukisan-lukisan dan gambar-gambarnya termasuk karya seni yang terbaik, paling terkenal, dan paling mahal di dunia. Van Gogh dianggap sebagai salah satu pelukis terbesar dalam sejarah seni <a title="Eropa" href="http://gurusenirupa.wordpress.com/wiki/Eropa"><span style="color:#002bb8;">Eropa</span></a>.</p>
<p>Pada masa mudanya Van Gogh bekerja pada sebuah perusahaan penjual karya seni, dan setelah beberapa waktu bekerja sebagai guru, ia melayani sebagai misionaris yang bekerja di wilayah pertambangan yang sangat miskin. Ia baru menjadi seniman pada tahun 1880. Mulanya karya-karyanya menggunakan warna-warna yang suram. Baru ketika di Paris ia berjumpa dengan <a title="Impresionisme" href="http://gurusenirupa.wordpress.com/wiki/Impresionisme"><span style="color:#002bb8;">impresionisme</span></a> dan <a class="new" title="Neo-impresionisme (belum dibuat)" href="http://gurusenirupa.wordpress.com/w/index.php?title=Neo-impresionisme&amp;action=edit&amp;redlink=1"><span style="color:#ba0000;">neo-impresionisme</span></a> yang warna-warnanya yang lebih cerah dan gaya lukisannya dikembangkannya menjadi sebuah gaya yang unik dan mudah dikenali. Gaya lukisannya ini mencapai tingkat perkembangannya yang penuh ketika ia tinggal di <a title="Arles" href="http://gurusenirupa.wordpress.com/wiki/Arles"><span style="color:#002bb8;">Arles</span></a>, <a title="Perancis" href="http://gurusenirupa.wordpress.com/wiki/Perancis"><span style="color:#002bb8;">Perancis</span></a>.</p>
<p>Awalnya mengikuti tipikal pelukis di zamannya dengan gaya impresionisme. Namun ketidakpuasan terhadap pengekangan ekspresi seni oleh pakem <a title="Impresionisme" href="http://gurusenirupa.wordpress.com/wiki/Impresionisme"><span style="color:#002bb8;">impresionisme</span></a> membuat ia beralih pada gaya <a title="Ekspresionisme" href="http://gurusenirupa.wordpress.com/wiki/Ekspresionisme"><span style="color:#002bb8;">ekspresionisme</span></a>.</p>
<p>Vincent Van gogh didiagnosa menderita <a title="Epilepsi" href="http://gurusenirupa.wordpress.com/wiki/Epilepsi"><span style="color:#002bb8;">epilepsi</span></a> yang cukup parah. Diagnosa ini dibuat oleh 2 orang dokter berbeda yang merawatnya. Van Gogh juga pernah memotong telinganya sendiri.</p>
<p>Pada akhir hidupnya, ia merasa dirinya menjadi gila dan akhirnya menghabiskan sisa hidup di R.S. Jiwa Saint Paul-de-Mausole di Saint-Rémy-de-Provence, Perancis. Di R.S. Jiwa Saint Paul-de-Mausole, dia tetap melukis.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gurusenirupa.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gurusenirupa.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gurusenirupa.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gurusenirupa.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gurusenirupa.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gurusenirupa.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gurusenirupa.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gurusenirupa.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gurusenirupa.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gurusenirupa.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gurusenirupa.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gurusenirupa.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gurusenirupa.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gurusenirupa.wordpress.com/94/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gurusenirupa.wordpress.com&amp;blog=4403236&amp;post=94&amp;subd=gurusenirupa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gurusenirupa.wordpress.com/2008/11/25/vincent-willem-van-gogh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b50dd0afa56d00d35c32b889446cf255?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gurusenirupa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gila, Lukisan Monet Laku 720 Miliar!</title>
		<link>http://gurusenirupa.wordpress.com/2008/11/06/gila-lukisan-monet-laku-720-miliar/</link>
		<comments>http://gurusenirupa.wordpress.com/2008/11/06/gila-lukisan-monet-laku-720-miliar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 05:18:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gurusenirupa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Seni]]></category>
		<category><![CDATA[Lukisan Monet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gurusenirupa.wordpress.com/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah lukisan karya Claude Monet berhasil memecahkan rekor dunia penjualan melalui lelang. Karya Monet itu dihargai 80 juta dolar AS atau setara 720 miliar rupiah dalam sebuah lelang di balai lelang Christie, London, Selasa (24/6). New York Times menulis, awalnya lukisan berjudul Le Bassin aux Nymphéas itu dibuka dengan harga 36-47 juta dolar AS. Adalah&#160;&#8230; <a href="http://gurusenirupa.wordpress.com/2008/11/06/gila-lukisan-monet-laku-720-miliar/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gurusenirupa.wordpress.com&amp;blog=4403236&amp;post=91&amp;subd=gurusenirupa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah lukisan karya Claude Monet berhasil memecahkan rekor dunia penjualan melalui lelang. Karya Monet itu dihargai 80 juta dolar AS atau setara 720 miliar rupiah dalam sebuah lelang di balai lelang Christie, London, Selasa (24/6). New York Times menulis, awalnya lukisan berjudul Le Bassin aux Nymphéas itu dibuka dengan harga 36-47 juta dolar AS. Adalah seorang perempuan berambut blonda yang duduk di jajaran bangku terdepan, ngotot ingin memiliki lukisan tersebut. Ia pun harus melawan beberapa penawar lainnya&#8211;para langganan balai lelang Christie, yang mengajukan penawaran melalui telepon. Ketika harga mendekati angka 70 juta dolar, ketua kehormatan Christie di Amerika, Christopher, mengatakan kepada penawar perempuan itu, &#8220;Ambillah jika anda suka.&#8221; Perempuan yang teridentifikasi bernama Tania Buckrell Pos dan bekerja di perusahaan di London bernama Arts &amp; Management International, itu pun akhirnya memenangi lelang. Saat palu diketok, gemuruh tepukan tangan pun membahana di ruang lelang. Sejauh ini belum diketahui, untuk siapa sejatinya lukisan itu dipesan. Harga ini sekaligus memecahkan rekor yang juga dicetak oleh lukisan Monet lainnya The Railroad Bridge at Argenteuil yang dihargai 41,4 juta dolar AS di balai lelang Christie, New York, bulan Mei lalu. Le Bassin Aux Nympheas adalah lukisan cat minyak berukuran 100,4 x 201 cm. Dibuat pada tahun 1919 di Giverny, Prancis. Lukisan ini pernah muncul ke hadapan publik sekitar 80 tahun lalu.</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.lintasberita.com/story/title/Gila_Lukisan_Monet_Laku_720_Miliar">http://www.lintasberita.com</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gurusenirupa.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gurusenirupa.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gurusenirupa.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gurusenirupa.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gurusenirupa.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gurusenirupa.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gurusenirupa.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gurusenirupa.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gurusenirupa.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gurusenirupa.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gurusenirupa.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gurusenirupa.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gurusenirupa.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gurusenirupa.wordpress.com/91/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gurusenirupa.wordpress.com&amp;blog=4403236&amp;post=91&amp;subd=gurusenirupa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gurusenirupa.wordpress.com/2008/11/06/gila-lukisan-monet-laku-720-miliar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b50dd0afa56d00d35c32b889446cf255?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gurusenirupa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dialog seni rupa soroti masalah lukisan palsu</title>
		<link>http://gurusenirupa.wordpress.com/2008/11/06/dialog-seni-rupa-soroti-masalah-lukisan-palsu/</link>
		<comments>http://gurusenirupa.wordpress.com/2008/11/06/dialog-seni-rupa-soroti-masalah-lukisan-palsu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 05:14:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gurusenirupa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Seni]]></category>
		<category><![CDATA[Dialog seni rupa]]></category>
		<category><![CDATA[lukisan palsu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gurusenirupa.wordpress.com/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[oleh : Hery Suhendra JAKARTA (Bisnis): Penulis seni rupa Agus Dermawan, yang pernah terlibat dalam proses seleksi yang diadakan balai lelang Christie&#8217;s, mengatakan dari 400 lukisan yang masuk untuk diseleksi, sebanyak 25% adalah lukisan palsu. &#8220;Artinya 100 lukisan palsu dan sisanya 300 lukisan dipilih kurang lebih 150 lukisan untuk dilelang dan masuk dalam katalog,&#8221; ujarnya&#160;&#8230; <a href="http://gurusenirupa.wordpress.com/2008/11/06/dialog-seni-rupa-soroti-masalah-lukisan-palsu/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gurusenirupa.wordpress.com&amp;blog=4403236&amp;post=88&amp;subd=gurusenirupa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>oleh : <strong>Hery Suhendra</strong></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>
<p class="news-text">JAKARTA (Bisnis): Penulis seni rupa Agus Dermawan, yang pernah terlibat dalam proses seleksi yang diadakan balai lelang Christie&#8217;s, mengatakan dari 400 lukisan yang masuk untuk diseleksi, sebanyak 25% adalah lukisan palsu.</p>
<p>&#8220;Artinya 100 lukisan palsu dan sisanya 300 lukisan dipilih kurang lebih 150 lukisan untuk dilelang dan masuk dalam katalog,&#8221; ujarnya dalam dialog seni rupa yang digelar Asosiasi Pencinta Seni (ASPI) dengan tema Dinamika Balai Lelang.</p>
<p>Dalam dialog yang dihadiri sebagian besar kolektor, pencinta seni, sejumlah pimpinan balai lelang, isu lukisan palsu muncul ke permukaan selain soal etika dan tanggung jawab balai lelang</p>
<p>Benny Rahardjo, pimpinan Balai Lelang Masterpiece, menjelaskan proses seleksi karya seni yang dilelang pihaknya dengan cara mencek dan menilai yang dilakukan timnya. Bila pelukisnya masih hidup bisa dicek kepada pelukisnya. Sementara bila pelukisnya sudah wafat, ditanyakan pada keluarganya seperti istrinya. Bila meragukan, tidak dipilih atau diikutsertakan dalam lelang.</p>
<p>Sementara itu Daniel Komala, pimpinan Balai Lelang Larasati yang tampil sebagai pembicara, mengatakan pihaknya mempunya tim seleksi. Daniel mengakui yang paling sulit menyeleksi lukisan <em>old master</em>. Kemungkinan masuknya lukisan palsu, katanya, memang bisa terjadi. &#8220;Kalau pada saat <em>preview</em> ada bukti baru bahwa itu palsu, kami <em>withdraw</em>,&#8221; katanya.</p>
<p>Kolektor dan pemerhati seni, Oei Hong Djien, yang tampil sebagai pembicara mengatakan balai lelang di Indonesia masih baru, bila rancu dapat dimengerti. &#8220;Sotheby&#8217;s dan Christie&#8217;s saja bisa kesandung,&#8221; katanya.</p>
<p>Di sini, kata Hong Djien, tidak ada undang-undangnya. Hal ini harus diantisipasi, kalau mau mempunyai balai lelang yang profesional.</p>
<p>&#8220;Harga yang dimainkan, goreng menggoreng sangat merugikan dunia seni rupa,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut dia, balai lelang harus kreatif karena tidak dapat mencari karya pelukis kondang yang almarhum. &#8220;Bila lukisan pelukis kondang itu berada di tangan yang ekonominya kuat, susah keluar. Akibatnya banyak pemalsuan.&#8221;</p>
<p>Dia mengakui sulit untuk cek otentik karena tidak mempunyai pakar. Dia mencontohkan Hendra Gunawan, berapa lukisannya, temanya, siapa yang koleksi. &#8220;Untuk itu perlu riset dan dana,&#8221; katanya.</p>
<p>Seorang kolektor, Putra , yang hadir malam itu bertanya kepada pembicara Keong Rouh Ling dari Southeast Asian Pictures Department Christie&#8217;s yang akan menyelenggarakan lelang pada 29 Mei 2005 di Hong Kong.</p>
<p>Putra mempertanyakan salah satu karya yang akan dilelang adalah karya Raden Sarief Bustaman Saleh yang dalam katalog tertulis <em>A family promenades along a path with two tigers in wait and the Borobudur in the background</em>. Dia mempertanyakan hal itu karena karya tersebut sama dengan karya yang dibelinya dalam lelang Sotheby&#8217;s pada 3 Oktober 1999 di Singapura seharga Sin$2,4 juta.</p>
<p>Putra mengungkapkan dan menunjukkan surat yang menyatakan keautentikan lukisannya dari seorang kurator akhli seni dari Belanda Drs.W.F.Rappard. Dia mempertanyakan pernyataan keautentikan yang juga dikeluarkan Rappard terhadap karya Raden Saleh untuk lelang Christie&#8217;s mendatang sifatnya verbal atau tertulis.</p>
<p>Keong Rouh Ling menyatakan pihak Christie&#8217;s telah mendapatkan surat dari Rappard bahwa itu karya Raden Saleh. Sebaliknya Putra mempersoalkan surat itu muncul setelah dia mempertanyakan soal ini beberapa hari lalu.</p>
<p>Perdebatan soal karya Raden Saleh ini akhirnya dihentikan oleh moderator, Chris Darmawan. Menurut Putra, ada yang mengusulkan agar hal ini diselesaikan lewat panel internasional, dengan menilai kedua lukisan tersebut.</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.bisnis.com/servlet/page?_pageid=477&amp;_dad=portal30&amp;_schema=PORTAL30&amp;pared_id=362786&amp;patop_id=W24">http://www.bisnis.com/</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gurusenirupa.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gurusenirupa.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gurusenirupa.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gurusenirupa.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gurusenirupa.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gurusenirupa.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gurusenirupa.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gurusenirupa.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gurusenirupa.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gurusenirupa.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gurusenirupa.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gurusenirupa.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gurusenirupa.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gurusenirupa.wordpress.com/88/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gurusenirupa.wordpress.com&amp;blog=4403236&amp;post=88&amp;subd=gurusenirupa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gurusenirupa.wordpress.com/2008/11/06/dialog-seni-rupa-soroti-masalah-lukisan-palsu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b50dd0afa56d00d35c32b889446cf255?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gurusenirupa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Booming Lukisan Kontemporer Indonesia</title>
		<link>http://gurusenirupa.wordpress.com/2008/11/06/booming-lukisan-kontemporer-indonesia/</link>
		<comments>http://gurusenirupa.wordpress.com/2008/11/06/booming-lukisan-kontemporer-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 05:07:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gurusenirupa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Seni]]></category>
		<category><![CDATA[Booming]]></category>
		<category><![CDATA[INDONESIA]]></category>
		<category><![CDATA[Lukisan Kontemporer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gurusenirupa.wordpress.com/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[Lukisan seniman muda Indonesia belakangan ini menjadi buruan para kolektor Asia. Harganya melejit hingga miliaran rupiah. Penghujung Mei lalu, suasana lelang yang digelar Balai Lelang Christie’s di Hong Kong terasa begitu mencekam. Tak satu pun kata terlontar dari ratusan kolektor benda seni yang menjadi peserta lelang tersebut. Keheningan baru pecah ketika lukisan I Nyoman Masriadi&#160;&#8230; <a href="http://gurusenirupa.wordpress.com/2008/11/06/booming-lukisan-kontemporer-indonesia/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gurusenirupa.wordpress.com&amp;blog=4403236&amp;post=86&amp;subd=gurusenirupa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="news-abstract">Lukisan seniman muda Indonesia belakangan ini menjadi buruan para kolektor Asia. Harganya melejit hingga miliaran rupiah.</div>
<div class="news-content">
<p>Penghujung Mei lalu, suasana lelang yang digelar Balai Lelang Christie’s di Hong Kong terasa begitu mencekam. Tak satu pun kata terlontar dari ratusan kolektor benda seni yang menjadi peserta lelang tersebut. Keheningan baru pecah ketika lukisan I Nyoman Masriadi yang bertajuk <em>Sudah Biasa Ditelanjangi</em> laku dengan harga US$ 554 ribu atau sekitar Rp 5 miliar.</p>
<p>Bagai sebuah pertunjukan konser, tempik sorak riuh bergema mengiringi keberhasilan seorang kolektor memboyong lukisan kontemporer itu. Acara lelang itu juga melambungkan nama seniman asal Bali yang kini menetap di Yogyakarta tersebut. Masriadi, 34 tahun, menjadi buah bibir di dunia seni rupa Asia belakangan ini.</p>
<p>Bahkan karya-karya Masriadi, jebolan Institut Seni Indonesia Yogyakarta, sangat ditunggu-tunggu para kolektor. Sampai-sampai, belum sempat dia memamerkan, lukisan-lukisannya sudah laku. “Lukisan Masriadi memang terus ditunggu-tunggu dalam lelang Christie’s di Hong Kong,” kata Kepala Departemen Seni Modern dan Kontemporer Asia Tenggara Balai Lelang Christie’s, Ruoh-Ling Keong.</p>
<p>Lontaran Keong memang bukan isapan jempol belaka, sebab bukan hanya dalam lelang Christie’s, karya-karya Masriadi juga menjadi primadona di balai lelang internasional lainnya, Sotheby’s Hong Kong. Pada 4 Oktober lalu, lukisan Masriadi berjudul <em>Sorry Hero, Saya Lupa</em> terjual sekitar Rp 6 miliar di balai lelang itu. Selang dua hari kemudian, karya lainnya bertajuk <em>The Man From Bantul, The Final Round</em> laku sekitar Rp 10 miliar di balai lelang yang sama.</p>
<p>Harga itu sungguh fantastis. Sejarah pun seolah berulang. Sekitar 10 tahun silam, lukisan-lukisan Indonesia sempat menjadi primadona. Lukisan Raden Saleh berjudul <em>Berburu Rusa</em> laku sekitar Rp 4,6 miliar di balai lelang Christie’s Singapura. Lalu karya Affandi, <em>Pelabuhan Rotterdam</em> terjual dengan harga sekitar Rp 3 miliar.</p>
<p>Yang menarik, Masriadi ternyata tak sendirian. Lukisan-lukisan kontemporer karya seniman muda Indonesia lainnya belakangan menjadi primadona di balai-balai lelang internasional Asia, antara lain karya Agus Suwage, F.X. Harsono, Budi Kustarto, serta lukisan karya seniman Kelompok Jendela Yogyakarta seperti Rudi Mantofani dan Handiwirman Saputra.</p>
<p>Menurut Ruoh-Ling Keong, lukisan kontemporer Indonesia diminati lantaran bertema kehidupan yang sehari-hari dihadapi masyarakat Asia. Rupanya itu menjadi daya tarik tersendiri bagi pencinta seni di Asia yang saat ini menjadi pembeli utama lukisan-lukisan tersebut. Daripada melihat sosok <em>bule</em> dalam lukisan, ternyata orang Asia lebih suka dengan tema yang dekat dengan mereka, kata Keong di sela-sela acara <em>preview</em> benda seni lelang Christie’s untuk musim gugur November mendatang di Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, akhir September lalu.</p>
<p>Nilai karya seni Indonesia yang terus melambung itu, tutur Keong, mengikuti tren peningkatan penjualan benda seni di Asia. Christie’s mencatat hasil lelang pada Mei 2008 naik 40 persen dari lelang yang sama tahun sebelumnya. Keong melihat fenomena itu sebagai pertanda pasar seni di Asia berkembang pesat seiring dengan pertumbuhan ekonomi di kawasan ini.</p>
<p>Tingginya minat kolektor dan <em>dealer</em> lukisan itu, menurut Keong, membuat Christie’s terus menaikkan estimasi hasil penjualan lelang lukisan Indonesia. Spesialis lukisan Asia Tenggara itu memberi gambaran, untuk karya unggulan ditaksir bisa terjual minimal US$ 30 ribu atau sekitar Rp 300 juta.</p>
<p> </p>
<p><strong>***</strong>Fenomena melejitnya harga lukisan kontemporer Indonesia memang mencengangkan. Betapa tidak, di tengah anjloknya harga saham di lantai-lantai bursa, harga karya-karya seniman muda kita itu justru meroket, seperti tak terimbas badai krisis yang tengah melanda.</p>
<p>Pengamat seni Agus Dermawan T. menyatakan fenomena itu sebenarnya tak lepas dari langkah yang diambil Balai Lelang Christie’s dan Sotheby’s, yang menggarap genre lukisan Asia Tenggara. Menurut Agus, Christie’s sendiri pada 2000 mulai mencari ikon-ikon baru karena mulai kehabisan stok lukisan karya <em>old master</em> yang menjadi primadona, seperti milik Affandi, Lee Man Fong, dan Hendra Gunawan.</p>
<p>Awalnya mereka mengisi kekosongan itu dengan lukisan maestro Vietnam, tapi memasuki 2005 stoknya mulai surut. Agus menyatakan, saat itulah balai lelang tersebut mulai melirik seni kontemporer Indonesia setelah berkaca pada <em>booming</em> seni lukis kontemporer Cina.</p>
<p>Christie’s juga memindahkan tempat lelang lukisan Asia Tenggara dari Singapura ke Hong Kong demi mendongkrak popularitasnya di pasar Asia. “Mereka menciptakan ikon-ikon baru di pasar seni Asia sebagai bagian dari strategi pengelolaan pasar,” kata Agus.</p>
<p>Maka, muncullah karya pelukis kontemporer Indonesia dengan nilai lukisan yang harganya terus meroket. Padahal, Agus melihat secara kualitas masih terlampau eksperimental, artifisial, bahkan ugal-ugalan. “Karena itu saya anggap harga itu tak selalu berkaitan langsung dengan kualitas,” ujarnya menerangkan.</p>
<p>Agus juga percaya bahwa harga tinggi itu sedikit-banyak hasil “gorengan” para pemain bisnis benda-benda seni rupa. Agus menyatakan, demi kesuksesan strategi penciptaan ikon pelukis baru, biasanya ada kolaborasi antara pemilik lukisan, ahli seni dan apresiasi, serta pakar sosialisasi dan pemasaran.</p>
<p>Lalu, untuk menciptakan ledakan harga, Agus menambahkan, tak jarang pemilik lukisan dan koleganya hadir dalam lelang dan membeli lukisan miliknya sendiri dengan harga tinggi. Belakangan, para cukong seni di Hong Kong juga mulai ikut bermain. Dari daftar hasil lelang Christie’s pada Mei 2008 terlihat peningkatan jumlah <em>dealer</em> karya seni yang membeli lukisan Indonesia ketimbang tahun sebelumnya.</p>
<p>“Kadang ulah para <em>bidder</em> ini keterlaluan,” kata Agus. Itu terlihat dari karya Affandi yang orisinal dilibas lukisan Masriadi, yang dalam kacamata Agus gayanya meniru Fernand Leger. Begitu juga karya Dadang Christanto yang alakadarnya, nilainya mengungguli karya pelukis sekaliber Sudjana Keton dan Srihadi Soedarsono. Agus menegaskan, trik pasar ini dinilainya berisiko tinggi, karena harga hasil permainan sewaktu-waktu bisa jatuh.</p>
<p>Christie’s sendiri berkeras bahwa patokan harga tinggi yang mereka susun bukanlah hasil “gorengan” . Menurut pihak Christie’s, patokan harga itu dibuat dengan mempertimbangkan rekam jejak perkembangan karya dan pameran pelukisnya yang dikonsultasikan dengan <em>dealer</em> dan pakar seni.</p>
<p> </p>
<p><strong>***</strong>Apa pun, yang jelas para seniman yang kini tengah menjadi primadona menanggapinya dingin-dingin saja. Masriadi, misalnya, tak mau ambil pusing dengan harga lukisannya yang selangit. Menurut Masriadi, ia tak pernah berurusan langsung dengan para kolektor dan makelar lukisan. Dua tahun terakhir ini semua hasil karyanya ia serahkan ke Galeri Gajah yang menentukan harga dan mengatur penjualan.</p>
<p>Masriadi mengingat salah satu lukisan yang terjual miliaran rupiah di Hong Kong, awalnya dibeli seorang kolektor dari Jakarta. Kolektor memang memburu lukisan pria kelahiran Gianyar, Bali, itu sampai-sampai ia tak pernah bisa menggelar pameran tunggal. Pameran karya Masriadi yang terlaksana pada Agustus lalu itu pun hasil kerja keras Museum Seni Singapura meminjam sejumlah lukisannya dari para kolektor.</p>
<p>Alih-alih senang dan bangga dengan ingar-bingar soal lukisannya, Masriadi justru merasa terbebani dengan harga itu. Ia merasa kini tanggung jawabnya dalam melukis justru semakin berat. “Sebenarnya, orang yang dibilang paling mahal itu kasihan,” ujarnya datar.</p>
<p>Yang pasti, pria yang biasa mengikat rambut panjangnya gaya ekor kuda itu hanya ingin berkonsentrasi pada kegiatan melukis dan menabung agar bisa punya studio sendiri. “Saya lebih suka dikenal sebagai pelukis terbaik daripada pelukis termahal,” kata Masriadi sambil tertawa.</p>
<p>Hal senada dilontarkan Agus Suwage. Seniman berusia 49 tahun yang lukisannya bertajuk “Oh Plastik Oh Daging” dalam sebuah lelang dihargai lebih dari Rp 1 miliar itu justru lebih banyak takut ketimbang senangnya. “Apa iya lukisan saya sudah pantas dihargai <em>segitu</em>?” ujarnya. Memang, menurut Agus, hasil lelang Christie’s membuatnya lebih “pede” saat menghargai lukisannya. “Saya senangnya di situ saja. Selebihnya, saya tak terlalu peduli.”</p>
<p>Ya, Agus Suwage memang pantas untuk “cuek” lantaran hasil lelang yang fantastis itu tak mampir ke kantongnya. Hasil kerjanya yang dilego ketika berpameran tahu-tahu muncul di lelang karya seni internasional dan harganya bisa membengkak hingga lebih dari sepuluh kali lipat.</p>
<p>Makanya, Agus lebih memilih mengandalkan harga hasil tawar-menawar saat pameran. Menurut dia, hasil lelang tak bisa dengan serta-merta menjadi ukuran yang mengindikasikan kian tingginya tingkat apresiasi terhadap lukisan Indonesia. “Sebab, di saat lelang itu banyak pihak yang bermain,” katanya. <strong>OKTAMANDJAYA WIGUNA</strong></p>
<p>Sumber :<strong> </strong><a href="http://www.korantempo.com/korantempo/cetak/2008/10/19/Laporan_Utama/krn.20081019.145327.id.html"><strong>http://www.korantempo.com/</strong></a></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gurusenirupa.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gurusenirupa.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gurusenirupa.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gurusenirupa.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gurusenirupa.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gurusenirupa.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gurusenirupa.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gurusenirupa.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gurusenirupa.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gurusenirupa.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gurusenirupa.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gurusenirupa.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gurusenirupa.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gurusenirupa.wordpress.com/86/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gurusenirupa.wordpress.com&amp;blog=4403236&amp;post=86&amp;subd=gurusenirupa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gurusenirupa.wordpress.com/2008/11/06/booming-lukisan-kontemporer-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b50dd0afa56d00d35c32b889446cf255?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gurusenirupa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Beasiswa Jepang Monbukagakusho Program Research Student 2008</title>
		<link>http://gurusenirupa.wordpress.com/2008/11/04/beasiswa-jepang-monbukagakusho-program-research-student-2008/</link>
		<comments>http://gurusenirupa.wordpress.com/2008/11/04/beasiswa-jepang-monbukagakusho-program-research-student-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2008 04:23:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gurusenirupa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Beasiswa S1 dan S2]]></category>
		<category><![CDATA[Beasiswa Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Monbukagakusho]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gurusenirupa.wordpress.com/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[The Embassy of Japan has begun offering scholarships to Indonesian students who wish to study at Japanese universities as research students for the academic year 2008 under the Japanese Government (Monbukagakusho) scholarship program. Any grantee who desires to enroll in a regular graduate course (a masterâ€™s course, a doctoral course or a professional graduate course)&#160;&#8230; <a href="http://gurusenirupa.wordpress.com/2008/11/04/beasiswa-jepang-monbukagakusho-program-research-student-2008/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gurusenirupa.wordpress.com&amp;blog=4403236&amp;post=84&amp;subd=gurusenirupa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="margin:auto 0;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">The Embassy of Japan has begun offering scholarships to Indonesian students who wish to study at Japanese universities as research students for the academic year 2008 under the Japanese Government (Monbukagakusho) scholarship program. </span></strong><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Any grantee who desires to enroll in a regular graduate course (a masterâ€™s course, a doctoral course or a professional graduate course) after studying as a research student or to move on from a masterâ€™s course or a professional graduate course to a doctoral course must pass an entrance examination given by the university concerned.</span></h1>
<p><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Applicants must have the following qualifications (among others) :</span></strong><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"><br />
1. Applicants must have been born on or after April 2, 1973.<br />
2. Applicants must have received from their university a GPA of 3.0 or higher or must have achieved a total score of 260 or higher in 2 subjects (except the subject of â€œJapaneseâ€</span><span style="font-size:11pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">) in the Examination for Japanese University Admission for International Students (EJU).<br />
3. a minimum TOEFL score of 550 or equivalent or The Japanese Language Proficiency Test Level 2 or higher</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Application forms are available free of charge at the Embassy of Japan (Education Section: 8:30-12:00, 14:00-15:30), the Consulates General of Japan in Surabaya, Medan and Makassar and are also available on the <a href="http://www.id.emb-japan.go.jp/" target="_blank">Embassy of Japan website</a>. The application documents must be submitted to the Embassy of Japan by May 11, 2007. Applications will be accepted by hand or by post.</span></p>
<p><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">In Indonesian Languange</span></strong><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"><br />
Kedutaan Besar Jepang membuka penawaran beasiswa kepada mahasiswa/mahasiswi Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di universitas di Jepang sebagai research student pada tahun 2008 dalam Program Beasiswa Pemerintah Jepang (Monbukagakusho). Peminat pada waktu menjalani research student diperbolehkan melamar ke program degree (master/doctor/professional graduate course) atau meneruskan program doctor degree setelah menyelesaikan program master degree atau professional graduate course, apabila lulus seleksi tes ujian yang diberikan oleh universitas yang bersangkutan.</span></p>
<p><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Persyaratan untuk melamar, sbb:</span></strong><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"><br />
1. Pelamar lahir pada dan setelah tanggal 2 April 1973<br />
2. IPK minimum 3,0 atau nilai EJU (Examination for Japanese University Admission for International Students) minimum 260 dalam jumlah 2 mata ujian tidak termasuk Bahasa Jepang<br />
3. Nilai TOEFL minimum 550 atau ekuivalen atau lulus Tes Kemampuan Bahasa Jepang Tingkat 2.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Formulir pendaftaran dapat diambil secara gratis di Kedutaan Besar Jepang (Bagian Pendidikan, pukul 08:30-12:00, 14:00-15:30), Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya, Medan, dan Makassar. Formulir pendaftaran juga dapat diperoleh pada <a href="http://www.id.emb-japan.go.jp/" target="_blank">website Kedutaan Besar Jepang</a>. Dokumen lamaran harus dikembalikan kepada Kedutaan Besar Jepang sebelum tanggal 11 Mei 2007, dapat diserahkan secara langsung atau dikirim melalui pos.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Keterangan lebih lanjut mengenai program beasiswa ini dapat diperoleh di Kedutaan Besar Jepang (Bagian Pendidikan: Tel: 021-3192.4308 psw: 175, 176)</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Read also :<br />
<a href="http://databeasiswa.com/education/beasiswa-luar-negri/panduan-menghadapi-ujian-beasiswa-monbukagakusho">Panduan Menghadapi Ujian Beasiswa Monbukagakusho</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Sumber : <a href="http://databeasiswa.com/">http://databeasiswa.com</a></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gurusenirupa.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gurusenirupa.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gurusenirupa.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gurusenirupa.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gurusenirupa.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gurusenirupa.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gurusenirupa.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gurusenirupa.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gurusenirupa.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gurusenirupa.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gurusenirupa.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gurusenirupa.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gurusenirupa.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gurusenirupa.wordpress.com/84/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gurusenirupa.wordpress.com&amp;blog=4403236&amp;post=84&amp;subd=gurusenirupa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gurusenirupa.wordpress.com/2008/11/04/beasiswa-jepang-monbukagakusho-program-research-student-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b50dd0afa56d00d35c32b889446cf255?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gurusenirupa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Persyaratan Program Beasiswa Tanoto Foundation S1&amp;S2</title>
		<link>http://gurusenirupa.wordpress.com/2008/11/04/persyaratan-program-beasiswa-tanoto-foundation-s1s2/</link>
		<comments>http://gurusenirupa.wordpress.com/2008/11/04/persyaratan-program-beasiswa-tanoto-foundation-s1s2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2008 04:13:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gurusenirupa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Beasiswa S1 dan S2]]></category>
		<category><![CDATA[tanoto foundation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gurusenirupa.wordpress.com/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[BEASISWA TANOTO FOUNDATION PROGRAM S1 &#38; S2 TAHUN AKADEMIK 2009 / 2010 Tanoto Foundation, yayasan yang memiliki kepedulian pada pengembangan sumber daya manusia Indonesia melalui bidang pendidikan, mengundang Mahasiswa S1 dan S2 yang berprestasi untuk bergabung dalam program beasiswa S1 dan S2. Program beasiswa diselenggarakan berlandaskan prinsip – prinsip kecakapan masing – masing pelamar tanpa&#160;&#8230; <a href="http://gurusenirupa.wordpress.com/2008/11/04/persyaratan-program-beasiswa-tanoto-foundation-s1s2/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gurusenirupa.wordpress.com&amp;blog=4403236&amp;post=81&amp;subd=gurusenirupa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">BEASISWA TANOTO FOUNDATION PROGRAM S1 &amp; S2</p>
<p>TAHUN AKADEMIK 2009 / 2010</span></strong><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"></p>
<p>Tanoto Foundation, yayasan yang memiliki kepedulian pada pengembangan sumber daya manusia Indonesia melalui bidang pendidikan, mengundang Mahasiswa S1 dan S2 yang berprestasi untuk bergabung dalam program beasiswa S1 dan S2. Program beasiswa diselenggarakan berlandaskan prinsip – prinsip kecakapan masing – masing pelamar tanpa memandang suku, agama, ras, gender serta menjunjung tinggi kebijakan non-diskriminatif.</p>
<p>Saat ini Tanoto Foundation menyediakan beasiswa kepada 300 mahasiswa S1 dan 50 mahasiswa S2, dari berbagai disiplin ilmu yang berasal dari enam Perguruan Tinggi mitra Tanoto Foundation yaitu :</p>
<p>•    Universitas Indonesia<br />
•    Universitas Gadjah Mada<br />
•    Institut Teknologi Bandung<br />
•    Institut Pertanian Bogor<br />
•    Universitas Sumatera Utara<br />
•    Universitas Riau</p>
<p><strong>FORMULIR PENDAFTARAN TIDAK BOLEH DIKETIK ULANG :<br />
</strong>•    <a href="http://www.tanoto-foundation.or.id/data/formulir_beasiswa_sarjana_strata_1.pdf"><strong><span style="color:#016716;text-decoration:none;">Formulir Pendaftaran S1 </span></strong></a><br />
•    <a href="http://www.tanoto-foundation.or.id/data/formulir_beasiswa_sarjana_strata_2.pdf"><strong><span style="color:#016716;text-decoration:none;">Formulir Pendaftaran S2 </span></strong></a></p>
<p><strong>PERSYARATAN  :</strong></p>
<p><strong>A.    PROGRAM SARJANA STRATA SATU ( S 1 )</strong></p>
<p>1.    Warga Negara Indonesia<br />
2.    Telah terdaftar sebagai mahasiswa di Perguruan Tinggi mitra Tanoto Foundation<br />
3.    Usia maksimum 21 tahun di bulan Juli 2009<br />
4.    Minimum IPK = 3,00 ( skala 4,00 )<br />
5.    Bagi mereka yang baru duduk di tahun pertama Perguruan Tinggi, minimum nilai rata – rata raport kelas 3 SMU = 8,0 ( skala 10 )<br />
6.    Membutuhkan dukungan financial<br />
7.    Berjiwa kepemimpinan dan memiliki kepedulian serta komitmen untuk ikut memajukan bangsa Indonesia.<br />
8.    Melengkapi formulir pendaftaran yang diperoleh melalui website Tanoto Foundation<br />
9.    Bagi yang lulus seleksi Beasiswa Tanoto Foundation tidak diperbolehkan menerima Beasiswa dari institusi lain.</p>
<p><strong>B.    PROGRAM SARJANA STRATA DUA ( S 2 )</strong></p>
<p>1.    Warga Negara Indonesia<br />
2.    Telah terdaftar sebagai mahasiswa di Perguruan Tinggi mitra Tanoto Foundation<br />
3.    Usia maksimum 40 tahun pada bulan Juli 2009<br />
4.    Memiliki pengalaman kerja minimum selama 2 tahun, setelah menyelesaikan program S1<br />
5.    Minimum IPK = 3,25 ( skala 4,00 )<br />
6.    Berjiwa kepemimpinan dan memiliki kepedulian serta komitmen untuk ikut memajukan bangsa Indonesia.<br />
7.    Melengkapi formulir pendaftaran yang diperoleh melalui website Tanoto Foundation<br />
8.    Bagi yang lulus seleksi Beasiswa Tanoto Foundation tidak diperbolehkan menerima Beasiswa dari institusi lain.</p>
<p><strong>PENGEMBALIAN FORMULIR PENDAFTARAN :<br />
</strong><br />
<strong>DIKIRIM LANGSUNG KE :</strong><br />
TANOTO FOUNDATION, P.O. BOX 2117 JKP 10021<br />
DENGAN MENCANTUMKAN TULISAN “ BEASISWA “ PADA BAGIAN KIRI ATAS AMPLOP, PALING LAMBAT <strong>31 DESEMBER 2008 CAP POS</strong>.<br />
HANYA APLIKASI YANG MEMENUHI PERSYARATAN AKAN DIPROSES LEBIH LANJUT.<br />
KEPUTUSAN BERSIFAT MUTLAK DAN TIDAK BISA DIGANGGU GUGAT</p>
<p>INFORMASI LENGKAP : <a href="mailto:info@tanoto-foundation.or.id"><strong><span style="color:#016716;text-decoration:none;">info@tanoto-foundation.or.id</span></strong></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Atau klik link berikut : <a href="http://www.tanoto-foundation.or.id/"><span style="color:#800080;">http://www.tanoto-foundation.or.id</span></a></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gurusenirupa.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gurusenirupa.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gurusenirupa.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gurusenirupa.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gurusenirupa.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gurusenirupa.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gurusenirupa.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gurusenirupa.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gurusenirupa.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gurusenirupa.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gurusenirupa.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gurusenirupa.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gurusenirupa.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gurusenirupa.wordpress.com/81/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gurusenirupa.wordpress.com&amp;blog=4403236&amp;post=81&amp;subd=gurusenirupa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gurusenirupa.wordpress.com/2008/11/04/persyaratan-program-beasiswa-tanoto-foundation-s1s2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b50dd0afa56d00d35c32b889446cf255?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gurusenirupa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lukisan Picasso senilai US$66Juta dicuri.</title>
		<link>http://gurusenirupa.wordpress.com/2008/11/03/lukisan-picasso-senilai-us66juta-dicuri/</link>
		<comments>http://gurusenirupa.wordpress.com/2008/11/03/lukisan-picasso-senilai-us66juta-dicuri/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Nov 2008 05:08:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gurusenirupa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Maestro Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Lukisan]]></category>
		<category><![CDATA[Picasso]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gurusenirupa.wordpress.com/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[Posted by: bintangmerah on Thursday, March 01, 2007 &#8211; 07:50 AM  Lukisan Picasso senilai US$66Juta dicuri dari rumah cucu Picasso. PARIS (AP) &#8211; Paling sedikit dua lukisan Picasso senilai hampir mendekati US$66 juta atau Rp600 milyar, telah dicuri dari rumah cucu pelukis ternama tersebut di Paris, kata polisi hari Rabu. Lukisan &#8220;Maya and the Doll&#8221;&#160;&#8230; <a href="http://gurusenirupa.wordpress.com/2008/11/03/lukisan-picasso-senilai-us66juta-dicuri/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gurusenirupa.wordpress.com&amp;blog=4403236&amp;post=77&amp;subd=gurusenirupa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="d0">Posted by: bintangmerah on Thursday, March 01, 2007 &#8211; 07:50 AM</div>
<p style="text-align:left;"> Lukisan Picasso senilai US$66Juta dicuri dari rumah cucu Picasso.</p>
<p>PARIS (AP) &#8211; Paling sedikit dua lukisan Picasso senilai hampir mendekati US$66 juta atau Rp600 milyar, telah dicuri dari rumah cucu pelukis ternama tersebut di Paris, kata polisi hari Rabu.<br />
Lukisan &#8220;Maya and the Doll&#8221; dan &#8220;Portrait of Jacqueline&#8221; telah hilang, diperkirakan pada hari Senin atau Selasa dari distrik ketujuh yang indah dari kota Paris, kata seorang polisi Paris.</p>
<p>Sang polisi, yang tidak mau disebut namanya mengatakan lukisan tersebut berharga mendekati US$66 juta, dan terdapat bukti-bukti bahwa rumah telah dimasuki secara paksa.</p>
<p>Walaupun polisi hanya menyebutkan dua lukisan yang hilang, Direktur dari musium Picasso, Anne Baldassari, mengatakan ada banyak lukisan dan gambar yang dicuri dari rumah Diana Widmaier-Picasso.</p>
<p>&#8220;Ini adalah pencurian besar-besaran,&#8221; katanya, tanpa memperici lebih lanjut.<br />
&#8220;Maya and the Doll&#8221; adalah lukisan penuh warna dari potret seorang gadis muda berambut pirang, dengan model rambut pigtails, matanya menatap dengan gaya perspektif Cubisme. Versi lain dari lukisan tersebut, digantung di musium Picasso. Lukisan itu menggambarkan Maya Widmaier, putri Picasso dan Marie-Therese Walter, kawan karibnya antara tahun 1924 sampai tahun 1944.</p>
<p align="center">
&#8220;Maya and the Doll&#8221;</p>
<p align="center"><a href="http://gurusenirupa.files.wordpress.com/2008/11/picasso42.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-79" title="picasso42" src="http://gurusenirupa.files.wordpress.com/2008/11/picasso42.jpg?w=460&#038;h=572" alt="" width="460" height="572" /></a></p>
<p style="text-align:center;">&#8220;Portrait of Jacqueline&#8221;</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://gurusenirupa.files.wordpress.com/2008/11/picasso431.jpg"><img class="size-full wp-image-78 aligncenter" title="picasso431" src="http://gurusenirupa.files.wordpress.com/2008/11/picasso431.jpg?w=388&#038;h=601" alt="" width="388" height="601" /></a></p>
<p>Maya menikah dengan Pierre Widmaier, mempunyai tiga anak, Olivier, Richard dan Diana Widmaier-Picasso, seorang ahli sejarah seni dan pengarang buku &#8220;<a title="Articles/News" href="http://www.artcyclopedia.com/" target="_blank">Art</a> Can Only be Erotic.&#8221;</p>
<p>Tidak ada informasi lebih lanjut mengenai pencurian tersebut.</p>
<p>The Art Loss Register, yang mempunyai database terbesar didunia dari benda-benda seni yang hilang atau dicuri, pada saat ini mencatat ada 444 hasil karya Picasso yang hilang, termasuk diantaranya lukisan, lithographs, gambar dan keramik.</p>
<p>Diantara yang tercatat hilang dicuri adalah lukisan cat air abstrak Picasso, yang dicuri di Mexico, kata staff The Art Loss Register &#8211; Antonia Kimbell.</p>
<p>Jumlah lukisan Picasso yang hilang sangat tinggi, karena Picasso sangat rajin berkarya, kata Kimbell. Dia juga mengatakan bahwa pencurian di Paris ini &#8220;definitely quite significant&#8221;.</p>
<p>&#8220;Apa saja yang berkualitas tinggi, apalagi dengan referensi dari cucu Picasso, akan mencapai nilai tinggi sekali di pasar terbuka barang-barang seni, kata Kimbell.</p>
<p>Tetapi lukisan kondang kalau dicuri, biasanya harganya akan menjadi rendah sekali kalau laku di pasar gelap. Ini karena calon pembeli biasanya takut untuk dikatakan sebagai penadah lukisan curian tersebut.</p>
<p>&#8220;Kemungkinan besar tidak ada dealer resmi yang akan membeli atau mendapatkan lukisan seperti itu&#8221; kata Kimbell.</p>
<p>© The Canadian Press, 2007</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.bintangmerah.com">http://www.bintangmerah.com</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gurusenirupa.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gurusenirupa.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gurusenirupa.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gurusenirupa.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gurusenirupa.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gurusenirupa.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gurusenirupa.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gurusenirupa.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gurusenirupa.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gurusenirupa.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gurusenirupa.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gurusenirupa.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gurusenirupa.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gurusenirupa.wordpress.com/77/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gurusenirupa.wordpress.com&amp;blog=4403236&amp;post=77&amp;subd=gurusenirupa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gurusenirupa.wordpress.com/2008/11/03/lukisan-picasso-senilai-us66juta-dicuri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b50dd0afa56d00d35c32b889446cf255?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gurusenirupa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gurusenirupa.files.wordpress.com/2008/11/picasso42.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">picasso42</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gurusenirupa.files.wordpress.com/2008/11/picasso431.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">picasso431</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perupa Negara-Negara Asia Tenggara</title>
		<link>http://gurusenirupa.wordpress.com/2008/11/03/perupa-negara-negara-asia-tenggara/</link>
		<comments>http://gurusenirupa.wordpress.com/2008/11/03/perupa-negara-negara-asia-tenggara/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Nov 2008 02:14:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gurusenirupa</dc:creator>
				<category><![CDATA[event]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gurusenirupa.wordpress.com/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai salah satu galeri yang menjadi pintu budaya dan perpanjangan informasi seni budaya, Jogja Gallery berencana menggelar sebuah pameran besar. Pameran ini mengetengahkan karya-karya seni rupa yang berasal dari negar-negara di Asia Tenggara. Pameran ini, bertujuan untuk menghubungkan informasi mengenai perkembangan seni rupa kontemporer, yang dibuat atau dikerjakan oleh perupa muda pada setiap negara yang&#160;&#8230; <a href="http://gurusenirupa.wordpress.com/2008/11/03/perupa-negara-negara-asia-tenggara/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gurusenirupa.wordpress.com&amp;blog=4403236&amp;post=74&amp;subd=gurusenirupa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai salah satu galeri yang menjadi pintu budaya dan perpanjangan informasi seni budaya, Jogja Gallery berencana menggelar sebuah pameran besar. Pameran ini mengetengahkan karya-karya seni rupa yang berasal dari negar-negara di Asia Tenggara. Pameran ini, bertujuan untuk menghubungkan informasi mengenai perkembangan seni rupa kontemporer, yang dibuat atau dikerjakan oleh perupa muda pada setiap negara yang ikut serta di dalamnya.</p>
<p>Secara khusus, dalam pameran ini mengusung karya seni lukis sebagai sajian utama di tambah dengan karya-karya non lukisan. Dalam aspek teknik, lukisan-lukisan yang dikerjakan memiliki kecenderungan yang sama yaitu memakai medium cat minyak dan akrilik di atas kanvas, yang diwarnai oleh ragam teknik yang bersifat individu. Kecenderungan atas sejarah seni rupa Barat dalam hal pemahaman teknik terlihat sering dipakai. Ekplorasi terhadap perihal warna, jenis tema maupun kode-kode estetik Modernisme yang muncul dalam karya cukup dominan. Hal yang khusus memang terlihat dalam ranah ide. Ide dan isu yang sering dikerjakan dalam karya-karya mereka saat ini cenderung beragam dan berbeda-beda. Di sana terlihat mulai dari persoalan personalitas, sosial politik, teknik sebagai subjek, religi hingga hal-hal lokal yang ada di sekitar tempat tinggal perupa. Inilah kecenderungan yang paling menarik dalam pameran ini.</p>
<p>Secara umum, pameran ini memang belum menampilkan keseluruhan perkembangan yang terjadi di setiap negara di Asia Tenggara. Meskipun diikuti oleh sejumlah kecil perupa yang tinggal di masing-masing negara, tentu pameran ini sudah cukup berharga untuk melihat bagaimana seni yang terjadi di setiap negara peserta pameran ini. Pendek kata, dengan menampilkan individu-individu seperti mereka kita juga dapat melihat wacana yang berkembang di setiap negara yang terletak tak jauh dari kawasan Nusantara ini. Judul pameran ini&#8211;yang merupakan singkatan dari setiap negara peserta pameran&#8211;menyiratkan tentang varian-varian yang akan dikemas dalam satu agenda pameran.</p>
<p>Sebagai salah satu galeri yang menjadi pintu budaya dan perpanjangan informasi seni budaya, Jogja Gallery berencana menggelar sebuah pameran besar. Pameran ini mengetengahkan karya-karya seni rupa yang berasal dari negar-negara di Asia Tenggara. Pameran ini, bertujuan untuk menghubungkan informasi mengenai perkembangan seni rupa kontemporer, yang dibuat atau dikerjakan oleh perupa muda pada setiap negara yang ikut serta di dalamnya.</p>
<p>Sumber : <a href="http://jogja-gallery.com">http://jogja-gallery.com</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gurusenirupa.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gurusenirupa.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gurusenirupa.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gurusenirupa.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gurusenirupa.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gurusenirupa.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gurusenirupa.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gurusenirupa.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gurusenirupa.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gurusenirupa.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gurusenirupa.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gurusenirupa.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gurusenirupa.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gurusenirupa.wordpress.com/74/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gurusenirupa.wordpress.com&amp;blog=4403236&amp;post=74&amp;subd=gurusenirupa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gurusenirupa.wordpress.com/2008/11/03/perupa-negara-negara-asia-tenggara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b50dd0afa56d00d35c32b889446cf255?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gurusenirupa</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
